Setetah 45 menit
kemudian, aku menuruni anak tangga
menuju ruangan bimbingan konseling. Aku berharap Ustadzah Sumarsih telah
datang. Aku memasuki ruangan itu dan kemudian meminta tandatangannya. Sebentar
kemudian aku keluar lagi membawa kertas yang sama. Aku menaiki anak tangga
untuk mengikuti pelajaran hari itu.
Jam istirahat
tiba. Aku berlari kecil menuju masjid. Berharap ada teman yang duduk dekat
dengan kain di tengah masjid yang biasa di sebut “hijab” oleh siswa sekolahku.
Kuhampiri temanku itu. Kuminta dia memanggil seseorang. Namun ternyata lama
sekali yang aku panggil itu. Bel masuk telah berbunyi. Jantungku berdegup
cepat. Aku masih duduk di samping hijab. Berharap seseorang datang dan
memanggil namaku. Antara perasaan ingin segera masuk kelas dan perasaan kasihan
jika yang aku panggil tidak menemukanku di hijab padahal sudah bel masuk.
“Ni’am,” uh, akhirnya suara itu
“Ya. Ini ada
Formulir Pengajuan Dana dan Proposal. Kamu tandatangan saja dulu. Kemudian kamu
mintakan tandatangan ke Ustadz. Pokoknya dari atas paling kanan ke kiri. Ngerti
nggak?” jelasku langsung banyak.
“Yes,” katanya.
“Habis itu, kamu
kasihin proposalnya ke aku lagi ya!”
“Ya!”
“Ini juga ada
Formulir Pengajuan Dana, kamu pegang aja buat jaga-jaga kalo di tanyain.”
Diam... Kuselipkan
kertas itu ke sebalik hijab.
“Oke, aku masuk!”
kemudian meninggalkan masjid untuk mengikuti pelajaran hari itu.
Siang telah
berlalu. Mendungpun mulai menaungi langit di atas atap sekolah. Hari itu ku ada
rapat komisi. Tiba-tiba ketika tengah menikmati tenggangnya rapat.
“Ini Formulir
Pengajuan Dananya mana ya?” derr!!! Panas! Wajahku merah. Gugup langsung
diriku.
“Lho, tadi pagi
bukannya sudah aku berikan?” menyebalkan,
tak ada yang menjawab. Semua melihat ke arahku.
Aku pulang dengan
perasaan emosi dan tidak terima. Kacau. Hari itu berlalu.
“Hmm... gimana?
Formulirnya jadi hilang tidak?” kataku pelan tapi jelas.
Sreet....
Suara sesuatu.
Hijabnya bergoyang.
“Alhamdulillah ya
Allah!” aku tersenyum kemenangan.
“Kamu nemuin di
mana?” lanjutku
“Terselip di waktu
aku minta tanda tangan,” katanya.
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar