Matahari mulai kebarat. Namun masih siang hari. Angin
berhembus membelai suasana. Dingin. Letihnya menaiki tangga-tangga alam menjadi
samar. Subhanallah. Dari sini kulihat mobil bak semut-semut kecil yang merayap.
Rembuyungan daun yang menghinggap di batang-batang bakjamur jamur hijau. Semua
terlihat kecil.
Jalan beraspal yang bercabang di bawah sana menjadi seperti
jalan setapak untuk semut-semut mungil. Alam ini menjadi begitu kecil. Di
depanku, gagah nian. Sebuah gundukan
tanah yang memucuk. Di setiap
rautnya gelap
Masih tinggi lagi aku
harus menapaki tangga ini. Pohon-pohon di pinggirku meneduhkan tatapan malaku
dari gemilau sang mentari. Awan putih menghiasi langit yang berwarna laut.
Kabut yang tertiup mendinginkan suasana lebih lagi. Aku merindukan suasana itu.
Ketika sang pencipta mempertemukanku dengannya, Sang Pendekar Alam. Gunung
Merapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar